Metoda pembelajaran kami mengupayakan keterlibatan penuh peserta secara individu, kerjasama antara para peserta, variasi dan keragaman dalam metoda belajar, motivasi internal (bukan semata-mata eksternal), adanya kegembiraan dan integritas belajar yang lebih menyeluruh ke dalam aspek kehidupan sehari-hari. Para peserta ditempatkan sebagai subjek, bukan sebagai objek. Mereka bukanlah wadah yang harus diisi, melainkan api yang harus disulut. Program kami merupakan sarana untuk mengasah keterampilan dan kecerdasan (intelektual, emosional dan spiritual) masing-masing peserta. Format Experiential Learning melibatkan fasilitator dan peserta dalam suatu interaksi yang dinamis dan interaktif. Fasilitator akan memandu peserta mulai dari tahap awal yaitu Focusing ke tahap akhir yaitu Integrating. 1. Focusing Pada tahap awal fasilitator akan berusaha mendapatkan perhatian penuh peserta untuk terlibat (engaged) dengan high impact opening, biasanya dibantu dengan icebreaker atau pemaparan suatu fakta/riset yang menarik berkaitan dengan topik yang bersangkutan, melakukan de-brief pre-work yang telah dikerjakan oleh peserta atau de-brief hasil self-assessment. 2. Experiencing Fasilitator menjelaskan konsep pelaksanaan modul secara keseluruhan dan alat-alat bantu yang akan digunakan. Fasilitator juga mulai masuk ke materi pelatihan dengan menerangkan landasan konsep /teori. Langkah yang dilakukan adalah : Baca ---------–> Video --------> Studi Kasus. 3. Reflecting Fasilitator memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi baik secara individual maupun kelompok guna membahas tayangan video dan studi kasus. 4. Thinking Proses Reflecting berjalan secara simultan dengan Thinking dimana pada saat peserta merefleksikan pelajaran yang diberikan pada pengalamannya sendiri, mereka juga akan memikirkan apakah ia sudah/belum melakukannya atau mendapatkan ide-ide baru dari pelajaran yang disampaikan. Fasilitator akan mengajak peserta untuk melakukan self-assessment atau team assessment untuk membantu pemahaman/pemikiran peserta. 5. Modifying Fasilitator memberikan de-brief hasil assessment dan memberikan umpan balik serta menyemangati mereka untuk memodifikasi perilaku mereka saat ini. 6. Practicing Ada beberapa alat bantu efektif yang dapat digunakan untuk membantu peserta mempraktekkan keterampilan yang baru saja dipelajari seperti : simulasi, peragaan peran (role play), lembar kerja (worksheet) dan lain-lain. 7. Integrating Practices make perfect. Fasilitator akan meminta peserta untuk membuat rencana tindak lanjut (follow up) dimana mereka akan menerapkan keterampilan dan perilaku yang telah dipelajari saat kembali ke tempat kerja. |